About

Legian Beach Festival

Pendahuluan

Legian Beach Festival 2017 akan diadakan pada Tanggal 11 – 15 Oktober 2017 yang berlokasi di Kawasan Pantai Padma, yaitu antara Jalan Melasti dan Jalan Padma, Legian - Bali. Seperti halnya pada tahun – tahun sebelumnya. Legian Beach Festival Tahun ini bertemakan “ Explore Indonesia “ yang bermaksud untuk mempromosikan Pariwisata dan Kebudayaan Nusantara melalui event Legian Beach Festival 2017 ini. Berbagai program Kesenian dan Budaya akan mengisi Legian Beach Festival 2017, yang kami fokuskan pada pengenalan seni musik dan seni tari dan juga berbagai makanan tradisional serta cinderamata yang diwakili oleh masing – masing daerah yang ada di Indonesia.

Tahun 2016 lalu, Legian Beach Festival yang diisi oleh perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia dan juga dimeriahkan oleh peserta lokal berhasil menyajikan sebuah atraksi yang mampu menarik bagi pengunjung. Mereka berasal dari kalangan turis luar negeri dan dalam negeri, masyarakat setempat, pebisnis dan insan pariwisata, serta para siswa sekolah dasar dan menengah yang ada di Bali. Selain menampilkan berbagai atraksi budaya daerah, Legian Beach Festival 2017 juga diisi hiburan musik, fashion show, pameran seni dan berbagai kegiatan olahraga.

Kesuksesan Legian Beach Festival 2017 tidak terlepas dari dukungan tim panitia yang sangat solid dan berpengalaman serta peran serta dari masyarakat setempat yang begitu antusias ikut berpartisipasi selama 5 Hari perayaan. Selain itu, dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta para sponsor juga sangat membantu dalam membesarkan acara ini hingga bisa bertahan sampai sekarang. Tidak ketinggalan juga peran serta dari rekan ‐ rekan media yang juga sudah memberikan kontribusi dengan menyebarkan berita ‐ berita terkait LBF baik yang berskala lokal dan juga nasional.

Tahun ini kami tampil dengan gaya yang sedikit berbeda, dimana kami menekankan nuansa ” Ramah Lingkungan “ pada setiap kegiatan kami. Disamping itu kami akan menambahkan beberapa program baru seperti Pemilihan Putri Pariwisata Legian dan Launching Himpunan Pengusaha Legian ( HI. PEL ). Kami juga terus berupaya untuk terus meningkatkan kualitas acara yang sudah rutin kami laksanakan seiring berjalannya waktu.

Latar Belakang

Sebagai salah satu Negara kepulauan yang dihuni oleh masyarakat dengan adat istiadat yang beraneka ragam, Indonesia sangat kaya akan potensi pariwisata. Tidak bisa dipungkiri dan bahkan masyarakat internasional pun mengakui dimana Indonesia merupakan salah satu negara tujuan pariwisata terkemuka di dunia. Mulai dari pariwisata alam, seni budaya dan juga berbagai jenis paket ‐ paket wisata baru yang bisa dikombinasikan dengan kondisi alam Indonesia seperti halnya pariwisata spiritual, olahraga, kesehatan, wisata bahari dll. Bahkan dari unsur sejarahpun Bangsa Indonesia sangat berpotensi untuk menarik wisatawan manca negara melalui berbagai situs peninggalan masa lalu, apalagi belakangan banyak ditemukan situs ‐ situs baru yang tidak kalah menarik.

Sungguhpun demikian, pada kenyataannya haruslah diakui kalau Indonesia masih belum bisa bersaing dengan negara ‐ negara maju dalam hal menarik kunjungan wisatawan dunia. Bahkan dibandingkan dengan negara ‐ negara di kawasan Asia Tenggara saja Indonesia masih tertinggal, padahal kalau dilihat dari segi potensi, kita memiliki keunggulan tersendiri. Hal ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara dengan mendukung dan ikut berpartisipasi dalam berbagai program pemerintah dalam memajukan pariwisata. Kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan menunggu keajaiban datang dari langit.

Kalau melihat kenyataan di lapangan, beberapa hal yang masih menjadi kendala pokok perkembangan pariwisata di Tanah Air adalah : infrastruktur, fasilitas dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang mestinya menjadi pendukung program promosi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Selama ini pariwisata masih berkiblat di Pulau Bali dan ibu kota Jakarta karena semua faktor pendukung diatas lebih memadai, meskipun secara potensi daerah lain di luar Bali dan Jakarta memiliki daya tarik yang masing ‐ masing memiliki keunikan tersendiri. Seperti halnya Pulau Komodo yang baru saja dinobatkan menjadi salah satu “ Keajaiban Dunia”.

Berangkat dari kenyataan tersebut, Drs. I Nyoman Sarjana, M.IKom ( Seorang Tokoh Masyarakat Desa Adat Legian - Bali ) berinisiatif untuk membuat sebuah Festival yang sedikit berbeda dengan konsep Festival yang sudah ada dengan melibatkan kepariwisataan luar daerah. Diharapkan dengan festival ini setidaknya Bali sebagai jendela pariwisata Indonesia bisa membantu perkembangan daerah lain dan berkontribusi kepada program pemerintah pusat untuk memajukan pariwisata Indonesia.

Tujuan

1. Mendukung program promosi pariwisata daerah dalam mendukung upaya peningkatan jumlah kunjungan wisata ke daerahnya.
2. Menciptakan kegiatan tetap tahunan di Pantai Legian – Bali.
3. Memanfaatkan Bulan Oktober yang merupakan puncak kunjungan wisatawan mancanegara.
4. Sebagai sarana tukar menukar informasi antar pengelola kawasan wisata dan para pelaku wisata.

SASARAN UMUM

1. Membantu program pemerintah untuk pemerataan pariwisata di Indonesia dan bukan hanya berkiblat di daerah Bali dan Jakarta;
2. Meningkatkan trafik wisatawan domestik dengan menjadikan obyek wisata Indonesia menjadi pilihan utama daripada ke luar negeri;
3. Pengenalan dan pelestarian budaya nusantara yang menjadi karakter bangsa dan meningkatkan rasa bangga menjadi orang Indonesia.

Visi

Menjadi jembatan pariwisata domestik Indonesia dengan mengutamakan dan berbasis pada promosi Budaya Nusantara.

Misi

1. Mengundang para insan pariwisata daerah untuk berpartisipasi dalam pameran pariwisata selama Legian Beach festival 2017 dengan menampilkan potensi daerah masing ‐ masing;
2. Menyediakan falitas terbaik sehingga penampilan masing ‐ masing daerah bisa maksimal;
3. Melibatkan para pelaku bisnis pariwisata baik di Bali dan masing ‐ masing daerah untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah;
4. Mendatangkan pengunjung sebanyak ‐ banyaknya baik dari hotel ‐ hotel di Bali dan juga masyarakat setempat melalui promosi yang intensif.